HARGA TOYOTA

Toyota, Pilihan terbaik keluarga Indonesia..!

Blog

Usia 17 Tahun Pun Masih Lolos Uji Emisi

Posted on May 25, 2011 at 8:19 AM Comments comments (0)





Usia 17 Tahun Pun Masih Lolos Uji Emisi

 

Bandung – Bukti ketangguhan dan kekuatan mesin Toyota Kijang terekam jelas pada kegiatan ’Uji Emisi Bersama Indonesia Kijang Chapter (IKC)’ di Bandung pada 21 April lalu. Klub otomotif yang di seluruh Indonesia jumlahnya mencapai 500 anggota itu tetap eksis menggelar beragam kegiatan yang positif.

Yang mengagumkan saat mobil Kijang para anggota IKC menjalani tes uji emisi satu persatu, seluruhnya lolos. Bahkan Kijang Super tahun 1994 tetap tercatat lolos uji emisi, padahal usianya telah mencapai 17 tahun.

”Saat uji emisi sempat khawatir Kijang ini tak lolos,  eh rupanya lolos juga,” sambut Andi Muhammad Ilham, anggota IKC Bandung yang menambahkan kegiatan uji emisi bekerja sama dengan Radio Swasta, Otoradio Bandung.

Ilham mengakui ketangguhan mesin 7K yang tertanam pada Kijang Super adalah bukti nyata. Menurutnya dengan senantiasa servis rutin, performa mobil-mobil buatan Toyota tetap teruji hingga bertahun-tahun.

Dia menambahkan manfaat uji emisi bersama ini tak hanya peduli pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan silahturahmi sesama anggota. ”Syukurlah kita sampai sekarang masih tetap kompak,” imbuhnya.

Usai uji emisi, menurut rencana IKC akan menggelar even gathering seluruh anggotanya pada Juli nanti di Cirebon. ”Semoga gathering di Cirebon Juli 2011 nanti akan banyak anggota IKC dari Indonesia yang hadir. Sehingga silahturahmi sesama anggota klub tetap terjaga,” pungkas Ilham

 


BENAR-BENAR UNTUK KELUARGA

Posted on April 17, 2009 at 5:55 AM Comments comments (0)



Release Date   : Minggu, 15 Maret 2009
Media    : Koran Tempo, at page C4, size 1280 mmk
Author/Journalist  : RAJU FEBRIAN
Source   : Rouli Sijabat, Marketing Public Relations PT Toyota Astra Motor

Enjoy your holiday with Kijang Innova. Pesan pendek dari Rouli Sijabat, Marketing Public Relations PT Toyota Astra Motor, (TAM) itu muncul pada layar telepon seluler Tempo saat baru saja beranjak dari gerbang kantor TAM di Sunter, Jakarta Utara, akhir pekan lalu.

Yup, long weekend lalu Tempo mendapat kesempatan menjajal Kijang Innova tipe E bermesin bensin dengan transmisi 5-speed manual. Tipe E Memang bukan tipe termewah dari Innova. Perangkat audio pun hanya cassette player, tak ada pemutar CD (compact disc), apalagi lainnya.

Selain tipe E, pada generasi kelima ini, Innova tampil dalam varian lain yang lebih mewah, yaitu G dan V. Keduanya masing-masing memiliki varian mesin 2.0L bensin dan 2.5L diesel, juga tersedia pilihan transmisi 4-speed otomatis (A/T) dengan ECT.

Dari tampilan luar, tipe E mudah dikenali. Kijang Innova E tidak memiliki fog lamp seperti Tipe G dan V. Velg juga menggunakan model standar berukuran 14 inci. Memang terlihat agak kurang imbang dengan panjangnya, yang mencapai 4,5 meter. Dua varian lain agak lumayan karena menggunakan velg berukuran 15 inci.

Okelah, sebagai family car, andalan Innova adalah kemampuannya menyamankan penumpang. Nah, gubahan yang dilakukan pada tipe E menjadikan Innova lebih mewah. Tengok saja kabin dua kelir (two tone) yang kini sudah dilengkapi integrated rear blower, yang membuat sejuk penumpang di baris kedua sampai ketiga. Seatbelt juga tersedia sampai baris terbelakang sehingga menambah keamanan.

Untuk pengemudi, setir berbentuk palang tiga dilengkapi fitur tilt & power steering, kemudian juga sudah ada power window & power lock door plus auto alarm seperti mobil-mobil kelas atas.

Mumpung libur panjang, beberapa lokasi rekreasi keluarga disambangi. Selama tiga hari, Taman Safari Cisarua, Kebun Raya Bogor, Pantai Ancol, sampai belanja bulanan dilakoni. Semua keperluan keluarga bisa dimuat tanpa masalah. Bahkan bangku baris ketiga, yang bisa dilipat ke samping, juga membuat ruang bagasi bertambah luas. Soal  suspensi  juga lumayan bagus. Meski memuat enam penumpang, mobil tetap nyaman berkat Double Wishbone with Coil Spring and Stabilizer (depan) serta 4 Link with Coil Spring and Lateral Rod (belakang). Sayang, model ini tak dilengkapi wiper belakang, sehingga membutuhkan perhatian ekstra untuk melihat kendaraan lain di belakang pada saat hujan.

Untuk urusan mesin, tipe E dilengkapi mesin berkapasitas 1.998 cc 4 silinder segaris 16 katup WT-i (Variable Valve Timing with Intelligence). Sedikit injakan kaki pada pedal gas sudah cukup membuatnya melaju kencang, meski penambahan laju mobil sedikit berat ketika jarum speedometer sudah menunjukkan angka 110 km/jam. Toh, siapa juga yang mau ngebut sambil membawa keluarga?

Lebih Muda Banyak Disuka

Posted on April 17, 2009 at 5:50 AM Comments comments (0)


Release Date ?: Kamis, 16 April 2009
Media ??: Otomotif, at page 15; 0, size 1000 mmk
Journalist ?: Manut

Sedang berpikir untuk mencari mobil keluarga dengan harga miring? Toyota Kijang Innova salah satu pilihan menarik. Seperti surat Jimmy Setiawan pada Redaksi OTOMOTIF, "Sebenarnya Kijang Innova Euro 2 itu produksi tahun berapa? Saya ingin membelinya." Begitu kira-kira isi suratnya.

Rupanya pertanyaan Jimmy juga dialami para pedagang mobkas (mobil bekas). "Innova yang Euro 2 termasuk langka tuh," bilang Novryzal Aldy dari showroom mobkas Berkah Motor di Rempoa, Jaksel. Apakah Anda juga tertarik pada MPV medium ini? Jangan lewatkan panduannya berikut ini.

JANUARI 2007
Meski di pasaran masih lebih mahal ketimbang Innova generasi tahun sebelumnya, lansiran 2007 tetap jadi primadona. "Innova G 2007 bisa men-capai Rp 175-180 juta. Sedangkan tipe G 2005 bisa di bawah Rp 150 juta," lanjut pemukim Ciputat, Banten ini. Menurut Novry, sapaan karib Novryzal, karena dikenal lebih irit.

Karakter irit ini dibenarkan Ahmad Rizal, manager marketing communication PT Toyota Astra Motor. "Kami pernah melakukan tes internal Innova Euro2 dengan Non Euro 2, konsumsi Euro 2 memang lebih irit sekitar lima persen," bebernya.

Hal ini disebabkan adanya perbedaan sistem injeksi bahan bakar pada kedua generasi Innova. Untuk lulus sertifikasi Euro 2, Toyota menanamkan sistem injeksi closed loop. Maksudnya, mesin 1TR-FE sudah dilengkapi sensor oksigen dan catalytic converter pada saluran knalpotnya. Alhasil, lebih ramah lingkungan.

Kenapa bisa irit? Sistem closed loop ini selalu menjaga stoikiometri (komposisi campuran) bensin dan udara selalu pada angka 14,7:1. Kondisi ini selalu dijaga pada putaran stasioner dan saat berkendara kecepatan konstan. Jadi, past! lebih irit kala macet atau jalan di tol. Kecuali digeberatau dikebut, itu sih semua mobil juga jadi boros.

Lantas bagaimana kalau belum cukup beruntung bisa meminang lansiran 2007 ke atas? Tipe yang lebih tua tetap memesona bukan? Jangan keburu kecewa karena konsumsi bensinnya tetap bisa dikurangi. Syarat utama, mobil harus sehat.

Maka, pilih yang bagus. "Lihat tulang bodi untuk mengecek apakah pernah tabrakan," saran Novry. Bodi boleh mulus, tetapi biasanya bekas tabrakan bisa tampak pada tulang bodi dan sekitarnya yang bergelombang. Selain tulang apron di moncong mobil, perhatikan juga tulang-tulang pintu dan kaca. Selain itu, cermati bagian kolong dan celah-celah akan bekas proses cat ulang.

Di sektor mesin, curigai oli meler atau bunyi berisik. 0 ya, kaki-kaki bisa sekalian dicek ketika sedang test drive. Kedua sektor ini memang relatif bagus mengingat Innova belum termasuk tua. Toh, sebaiknya dapat porsi perhatian, daripada kebagian jatah memperbaiki. "Jangan lupa interior, kalau sering dipakai pemilik lama biasanya jadi lusuh," bisiknya berbagi ilmu.

Nah, perbedaan harga cukup jauh dengan keluaran 2007 bisa buat 'jajan'. Selain buat menyegarkan kembali kondisinya, juga bisa belanja peranti pengirit. Misalnya paket knalpot Standard Adhi Knalpot, terdiri buat bagian depan (Rp 1,8juta), tengah (Rp 2,2 juta) dan belakang (Rp 1,2 juta). Terbukti mengiritkan Innova di tol dari 1:9,4 jadi 1:10,7(liter:km).

Juga bisa pilih peranti lain buat meningkatkan performa atau efisiensi. Seperti piggy back, fuel saver, melakukan port polishing dan lainnya. Atau contoh paling simpel, melakukan penyetelan AFR seperti trik dari Bengkel OSS di bawah ini.

Toyota Kijang

Posted on April 15, 2009 at 8:06 AM Comments comments (1)

Toyota Kijang adalah model kendaraan niaga dan keluarga buatan Toyota yang merupakan kendaraan paling populer untuk kelas MiniBus di Indonesia. Toyota Kijang hadir di Indonesia sejak tahun 1977 dan saat ini merupakan salah satu model yang diusung Toyota dan paling laku di negara tersebut. Kini mobil ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh pelosok Indonesia.

Kesuksesan Toyota Kijang telah berdampak dengan munculnya mobil-mobil sejenis yang meniru konsep dari Toyota Kijang (terutama dari segi nama), misalnya Isuzu Panther dan Mitsubishi Kuda. Selain di Indonesia, sebelum hadirnya generasi "Innova", Toyota Kijang juga dijual di Malaysia dengan nama "Unser".


Sejarah

[sunting] Generasi I (1977-1980)

[sunting] Sejarah Produksi

Peluncuran perdana dari Toyota Kijang generasi pertama adalah pada tahun 1977. Dimana saat itu terdapat keraguan dari para perancangnya, tentang apakah Kijang dapat diterima oleh pasar Indonesia. Keraguan tersebut disebabkan karena Mitsubishi Colt merupakan jenis kendaraan yang mendominasi pasar mobil mini bus pada saat itu. Generasi pertama Toyota Kijang menerapkan konsep pickup dengan bentuk kotak mendasar. Model ini sering dijuluki "Kijang Buaya" karena tutup kap mesinnya yang dapat dibuka sampai ke samping. Kijang generasi perdana ini diproduksi hingga pada tahun 1980.

[sunting] Unit Produksi

Pada tahun pertama peluncurannya, total produksi Kijang generasi pertama hanya berjumlah 1.168 unit. Dimana tahun berikutnya, 1978, jumlahnya meningkat menjadi 4.624 unit. Jumlah produksi Kijang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kehadiran Kijang sebagai kendaraan multifungsi atau serbaguna yang mudah perawatannya membuat permintaan terus meningkat. Toyota Kijang lahir sebagai kendaraan dengan konsep Basic Utility Vehicle. Cocok sebagai kendaraan dengan konsep serba guna dan mudah untuk dirawat. Sejalan dengan peraturan pemerintah Indonesia untuk menerapkan konsep pembangunan ekonomi melalui pengembangan motorisasi dan otomotif di Indonesia, khususnya melalui konsep Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS).

[sunting] Konsep Produksi

Mobil dengan kode produksi KF10 ini nyaris berbentuk mirip dengan kotak buah yang ditempeli dengan 4 buah roda dan jendela yang ditutupi dengan terpal pada sisi-sisi pinggirnya. Kijang Generasi I ini dikenal masyarakat sebagai Kijang Buaya karena model buka-tutup kap mesin depan pada hidung mobil (bonnet) yang mirip dengan mulut buaya apabila kap mesin depan sedang dibuka. Rancangan awal kendaraan ini sangatlah sederhana. Kijang ini memiliki pintu yang seolah-olah ditempelkan begitu saja dengan badannya dengan engsel pintu yang mirip engsel pintu rumah yang berbunyi mendecit bila dibuka.Terlebih lagi pada saat itu, pintu mobil tidak dilengkapi kunci apalagi alarm sebagai sistem keamanannya meski pada generasi selanjutnya yang sudah dimodifikasi, dilengkapi dengan kunci pintu serta engkol pintu yang masih mirip pintu rumah serta kaca pada pintu mobil.

Posisi pengemudi pada kijang ini terletak terlalu ketengah dengan tongkat perseneling untuk transmisi mesin yang sulit dijangkau. Mesin yang digunakan menggunakan mesin Toyota Corolla pada zamannya dengan tipe 3K berkapasitas 1200 cc dengan transmisi 4 percepatan. Selain keluar dengan tipe mobil bak terbuka (pick up), mobil kijang ini dimodifikasi menjadi mobil penumpang terutama dilakukan oleh perusahaan perusahaan karoseri mobil seperti halnya mobil mobil niaga pada masa itu dimana rancangan bodi tidak ditangani pabriknya langsung. Sebagai contoh, mobil ini digunakan sebagai mobil penumpang angkutan umum di kota Balikpapan pada tahun-tahun 1980-1986.

[sunting] Generasi II (1981-1985)

Generasi II mulai dijual pada September 1981. Bentuk model ini tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya, namun memiliki beberapa perubahan yang di antaranya adalah peningkatan kapasitas silinder mesin menjadi 1.300 cc (naik 100 cc). Kapasitas ini kemudian dinaikkan lagi hingga 1.500 cc.

[sunting] Sejarah Produksi

Mobil ini, walaupun disebut sebut memiliki banyak perubahan, bentuknya masih ada kesamaan dengan kijang buaya. Lampu mobil masih bulat di samping depan kanan-kiri dan gril masih sederhana dengan tulisan TOYOTA pada bagian depan. Garis pada bonnet juga masih simpel dan curam. Meski bukaan pada tutup kap mesin tidak lagi bukaan penuh hingga bagian tepi hidung mobil (bonnet) seperti halnya kijang sebelumnya.

[sunting] Konsep Produksi

Mobil dengan kode rangka KF20 ini akrab sebagai Doyok (sebutan yang diambil dari sebuah serial kartun bertokoh Doyok pada harian pos kota) sehingga dikenal juga sebagai Kijang Doyok. Pintu lebih manis dengan dilengkapi kaca dengan engsel tidak lagi mirip engsel pintu rumah dan dilengkapi kunci pada tahun 1982. Dengan mesin 4K berkapasitas 1300 cc, transmisi masih 4 percepatan. Suspensi masih double wishbone dengan per daun pada bagian depan dan per daun under axle (dibawah gardan) pada bagian belakang mobil.

Perjalanan mobil ini juga diiringi perkembangan baru seperti halnya disempurnakannya transmisi dan diferential sekaligus menambah booster rem pada tahun 1983. Toyota juga dikenal dalam perencanaan produknya sampai 5 tahun berikutnya yang dapat dilihat melalui pengembangan mobil ini. Pada tahun 1984 mengadakan perubahan pada gril dan bumper.

Sampai tahun 1985, permintaan mobil ini tetap tinggi, sampai akhirnya Toyota melakukan perubahan pada mesin yang kemudian memakai tipe 5K dengan kapasitas 1500 cc namun irit dalam pemakaian.

[sunting] Generasi III (1986-1996)

Kijang Generasi III

Pada tahun 1986 model generasi ketiga dilempar ke pasaran. Kijang generasi ini bentuknya lebih melengkung pada lekukannya sehingga tampak lebih modern. Model ini hingga saat ini masih banyak digunakan di jalanan di Indonesia meski tidak lagi diproduksi.

Pada generasi ini, konsep kijang sebagai kendaraan angkut mulai bergeser sebagai kendaraan penumpang sekalipun banyak Kijang generasi sebelumnya juga dimodifikasi sebagai kendaraan penumpang. Pada masa ini, bisa dikatakan sebagai generasi kejayaan Kijang sebagai mobil penumpang, terutama sebelum banyak mobil penumpang Built Up impor meramaikan pasar kendaraan di Indonesia serta puncak dominasi Toyota atas model-model kuat seperti Mitsubishi Colt L300 dan minibus tanpa bonnet lainnya seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Zebra dimana Kijang menjadi pilihan kuat konsumen saat itu. Toyota mengeluarkan dua tipe Kijang pada generasi ini yakni tipe Kijang Super (1986-1992) dan Kijang Grand (1992-1996) dengan memiliki life cycle cukup panjang (hampir satu dekade) dibandingkan generasi lalu.

Desain mobil ini memiliki bentuk lebih manis dan halus dibandingkan generasi lalu yang kaku mirip kotak sabun. Teknologi full pressed body diperkenalkan untuk menekan penggunaan dempul dalam proses pembuatannya hingga 2-5 kg dempul per mobil. Mesin masih memakai tipe 5K namun memiliki daya kuda (horse power) yang lebih tinggi yakni 63 hp dari sebelumnya 61 hp. Transmisi menggunakan 5 percepatan, yang sebelumnya memakai 4 percepatan.

Setelah Agustus 1992, Toyota memasuki generasi perbaikan bodi mobil yang disebut sebagai Toyota Original Body. Sebuah proses pembuatan bodi mobil dengan mesin press dan metode las titik. Sampai saat ini, bisa dikatakan satu-satunya Kijang yang bebas dempul.

Sementara untuk versi Grand terdapat berbagai perubahan khususnya pada lampu depan, gril dan penambahan double blower juga ditambahkan power steering pada kemudi yang meringankan pengemudi. Dan sampai saat ini, Kijang jenis ini (Super maupun Grand) masih banyak di pasaran konsumen dan masih dihargai mahal.

Selain Itu Kijang Genersi Ke Tiga Juga Menyediakan Banyak Rentang Varian Seperti:LX, LSX, LGX (untuk sasis panjang) SX, SSX, SGX (sasis pendek), khusus LX dan SX transmisi menggunakan 4-speed dan menggunakan dasbor konvensional.

[sunting] Generasi IV (1997-2004)

Kijang Generasi IV

Setelah sepuluh tahun bertahan dengan rancangan generasi ketiga, Kijang meluncurkan model berikutnya dengan perubahan pada eksterior dan interiornya yang lebih aerodinamis. Model ini akrab dipanggil "Kijang Kapsul".

Mulai generasi keempat kijang ini, dominasi Jepang semakin besar. Kalau sebelumnya Toyota Astra Motor memanfaatkan perakitan bodi mobil banyak menggunakan karoseri. Pada generasi ini sudah dikatakan menyiratkan mobil yang sesungguhnya. Desainnya membulat seperti kapsul dan lebih aerodinamis dan menjadi loncatan desain pada masanya. Pada kijang yang dikenal sebagai kijang baru ini, Toyota mengeluarkan dua tipe mesin yakni Mesin bensin 1800cc (tipe 7K) seperti generasi-generasi sebelumnya dan Mesin diesel 2500cc (tipe 2L) yang membuat persaingan dengan Isuzu Panther untuk mobil keluarga bermesin diesel yang saat itu mendominasi pasaran.

Pada Kijang versi tahun 1997-2000, mesin bensin menggunakan karburator, baru pada akhir tahun 2000 tersedia mesin bensin dengan sistem injeksi elektronik, Electronic Fuel Injection(EFI). Ada dua pilihan untuk mesin bensin EFI, yaitu 7K-E dengan kapasitas 1800cc dan 1RZ-E dengan kapasitas 2000 cc. Meskipun mesin 1RZ-E secara teknologi lebih canggih jika dibandingkan dengan mesin 7K-E, namun mesin bensin 2000cc ini kurang laku di pasaran indonesia karena (konsumsi) bahan bakarnya dinilai lebih boros dibandingkan dengan tipe 7K-E.

Dan terakhir pada generasi ini muncul New Kijang dengan merubah desain lampu dan seatbelt (sabuk pengaman) pada jok penumpang bagian tengah. Selebihnya hampir sama dengan sebelumnya.

Selain Itu Pada Versi Kijang Kapsul Menyediakan Tambahan Varian Krista Dan Rangga Krista Sasis Panjang Rangga Sasis Pendek

[sunting] Generasi V (2004-saat ini)

Kijang Innova (Generasi Terakhir)

Kijang kembali diperbaharui pada tahun 2004 dan dipasarkan dengan nama "Kijang Innova". Selain di Indonesia, model ini juga dipasarkan ke pasar luar negeri dengan nama "Innova" (tanpa "Kijang"). Model ini telah mengalami perubahan yang cukup drastis dibandingkan dengan model dari generasi sebelumnya. Jika pada awal konsep Kijang generasi pertama adalah Basic Utility Vehicles atau kendaraan kelas menengah, maka Kijang generasi V bukanlah kendaraan kelas menengah semata, namun lebih dikategorikan sebagai kendaraan mewah atau kelas atas. Bentuk model fisiknya jauh lebih modern dan futuristik, terutama dibagian depan kendaraan, dimana tidak lagi menonjolkan bentuk lekukan tajam seperti pada model-model sebelumnya.

[sunting] Konsep Produksi

Model ini dikeluarkan oleh Toyota Astra Motor pada akhir tahun 2004, yang dipasarkan dengan konsep mobil keluarga jenis MPV (Multi Purposes Vehicle) masa kini, dengan bentuk bodi yang lebih aerodinamis beserta kenyamanan setaraf dengan sedan mewah. Posisi pengendaraan lebih akurat, letak shift knob terjangkau dan panel instrumen yang lebih user friendly. Generasi ini menerapkan Mesin VVT-i 2000 cc dengan jenis 1TR-FE 16 berkatup DOHC menggantikan jenis K/RZ pada generasi sebelumnya. Kijang generasi ini dirancang dengan sistem Direct Ignition System (DIS) dan merupakan penerapan dari teknologi pedal gas tanpa kabel atau Throttle Control System-Inteligent dan dilengkapi oleh mesin membujur dengan penggerak roda belakang (Rear Wheel System).

[sunting] Penyempurnaan Produksi

Menggunakan Suspensi Independen Double Wishbone dengan per keong pada bagian depan (Coil Spring) dan 4-link Lateral Rod Rigid Axle pada bagian belakangnya, Kijang generasi ini dapat meredam guncangan lebih nyaman. Chasis masih menggunakan Ladder Bar namun beban suspensi dapat didistribusikan secara merata keseluruh bagian badan mobil sehingga Body Roll dan tingkat Pitching semakin kecil atau sudut geometri suspensi lebih handal ketimbang kijang generasi sebelumnya karena titik jatuh suspensi yang lebih akurat berbanding antara panjang dan lebar mobil.

Penyempurnaan lain terdapat dibagian kemudi. Pengendara dapat lebih akurat mengarahkan kemudi disetiap tikungan. Stabilitas arah kemudi lebih handal karena menggunakan model Rack-and-Pinion dengan Engine Speed Sensing Power Steering sehingga mobil mudah dikendalikan dalam kecepatan 120 km/jam pada tikungan S maupun belokan memutar 270 derajat sekalipun. Kijang generasi ini mengusung dua jenis transmisi, baik yang menggunakan transmisi otomatis maupun transmisi manual. Beberapa teknologi pada Kijang Innova yang tidak ditemui pada generasi sebelumnya menurut klaim Toyota Astra Motor adalah:

  • Mesin dengan VVT-i

VVT-i atau Variable Timing Intelligent berupa controller yang dipasang dibagian chamshaft intake yang bertugas untuk mengatur Timing Chamshaft Intake dan menyesuaikan terhadap perubahan kondisi mesin. Berbagai sensor mesin lainnya (suhu, rem, gas, dan lain-lain) bertugas memberikan informasi kepada ECU (Engine Control unit) agar dapat melakukan pengukuran konsumsi jumlah bahan bakar dengan udara yang diperlukan Injector dan sesuai dengan tingkat kebutuhan dari proses tersebut. Dengan penerapan metode ini, dapat menghasilkan proses pembakaran yang relatif lebih efisien. Kondisi tersebut dimungkinkan karena proses konsumsi bahan bakar dikerjakan dengan lebih sempurna, sesuai dengan kebutuhan mesin, dan pada akhirnya menghasilkan sisa emisi gas buang yang lebih rendah.

  • Mesin Diesel D4D

D4D atau juga disebut Direct Four Stroke Turbo Commonrail Injection . Mesin ini menggunakan sistem injeksi Commonrail dimana bahan bakar solar akan dihisap oleh pompa bahan bakar melalui saringan bahan bakar asli Toyota (Genuine Toyota Fuel Filter) agar dapat menghasilkan tingkat kualitas bahan bakar solar dengan tingkat emisi gas buang yang sangat rendah. Bahan bakar ditekan pada jalur sebelum injektor Piezo dengan tekanan tinggi sebelum ECU memerintahkan untuk diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Sistem commonrail akan mengatur laju tekanan bakan bakar secara elektronik, baik dari sisi banyaknya maupun waktu penyemprotan bahan bakar. Bahan bakar disemprotkan melalui injektor berlubang 6 dengan diameter 0.14 mm. Pada mesin ini terdapat ECU 32 bit yang berfungsi sebagai sensor utama mesin. Keunggulan mesin ini adalah akselerasi & performa yang optimal, beserta tingkat getaran & suara mesin yang lebih halus yang dapat dihasilkan beserta dengan tingkatan jumlah emisi gas buang yang lebih rendah.

  • Anti Maling

Mobil ini dilengkapi dengan Theft Different System yang biasa disebut Engine Immobilizer System. Fitur ini mencegah mesin hidup apabila kode ID kunci tidak sesuai dengan yang terdapat di ECU. Sistem ini menggunakan Chip Transponder pada setiap anak kuncinya. Dimana coil yang dipasang pada setiap rumah kunci, amplifier dan Transfonder Key ECU, akan menolak menyalakan mesin apabila kode ID yang didapatkan tidak sesuai dengan kode ID yang terdapat pada kuncinya. Sebagai contoh apabila mobil dipaksa untuk dibuka dengan kunci palsu atau kunci T.

  • Single Belt

Penggunaan Single Belt mengurangi panjang dimensi mesin, bobot mesin, jumlah komponen dan beban kerja mesin dibandingkan dengan 3 belt (AC, power steering dan altenator) pada generasi sebelumnya.

  • Pedal Gas Elektronik

Sistem pedal gas (Electronics Throtle Control System ETCS-i) membuat generasi ini dilengkapi sensor pedal gas yang dapat mengubah setiap gerak magnetik menjadi sinyal elektrik untuk dikirim ke ECU, dimana ECU akan menghitung setiap pembukaan throttle valve lewat motor penggeraknya yang terletak di throttle body agar lebih optimal untuk setiap kondisi jalan.

Bila terjadi malfungsi pada salah satu sensor, ECU akan memerintahkan throttle body bekerja pada mode limp (minimal) agar mobil tetap bisa dijalankan.

  • Sensor Ultrasonic

Sensor ini digunakan untuk memudahkan pengedara saat parkir, sensor ini terletakkan pada bumper belakang yang akan memberikan peringatan kepada pengendara apabila mendekati benda atau rintangan dengan radius deteksi berjarak 150 cm dan tinggi antara 22-82 cm.

[sunting] Total penjualan

  • Generasi I: 26.806 unit
  • Generasi II: 84.068 unit
  • Generasi III: 509.687 unit
  • Generasi IV: 429.674 unit

[sunting] Ekspor

Kijang Generasi IV yang diluncurkan pada tahun 1997 diekspor secara utuh (completely built-up/CBU) ke Brunei Darussalam, Pasifik Selatan, Papua Nugini, dan Timor Timur, serta secara terurai (completely knocked-down/CKD) ke Afrika Selatan, Malaysia, Filipina, dan Taiwan. Nama-nama Kijang versi ini di luar negeri: Unser (Malaysia), Zace (Taiwan), Tamaraw Revo (Filipina), Qualis (India), dan Condor di Afrika Selatan.

Mesin dan Kijang CKD tersebut diekspor ke Filipina dan Vietnam. Mesin Kijang 7K CKD diekspor ke Jepang dan blok silinder 5K diekspor ke Jepang. Total nilai ekspor Toyota Kijang mencapai 715.000.000 dolar AS.

Kijang Innova diekspor ke Malaysia, Thailand, dan Brunei Darusallam dan direncanakan juga mencapai negara ASEAN lainnya, Timur Tengah dan Oseania.

Harga Toyota Per 1 januari 2011 - Sekarang

Posted on April 1, 2009 at 7:12 AM Comments comments (4)

BERMINAT???:):):):)


cash/kredit/tukar tambah hubungi:


Jon Robet Sidabutar

081388904117

02199812060

jonro2001@hotmail.com

 


 

Alphard 3.5 G Rp. 1,131,500,000

Alphard 2.4 G Rp. 921,000,000

Alphard 2.4 X Rp. 821,000,000

Avanza 1.3 E M/T Minor Change Rp. 136,100,000

Avanza 1.3 G M/T Minor Change Rp. 151,550,000

Avanza 1.3 G A/T Minor Change Rp. 161,550,000

Avanza 1.5 S M/T Minor Change Rp. 164,000,000

Avanza 1.5 S A/T Minor Change Rp. 174,000,000

Avanza 1.3 E A/T Rp. 146,100,000

Camry 2.4 G A/T Rp. 465,600,000

Camry 2.4 V A/T Rp. 493,100,000

Camry 3.5 Q A/T Rp. 658,500,000

Corolla Altis 1.8 E M/T10 Rp. 334,500,000

Corolla Altis 1.8 G A/T10 Rp. 356,200,000

Corolla Altis 2.0 V A/T10 Rp. 386,500,000

Dyna NEW DYNA 110 PS ST Rp. 188,150,000

Dyna NEW DYNA 110 PS FT Rp. 210,150,000

Dyna NEW DYNA 110 PS ET Rp. 215,500,000

Dyna NEW DYNA 130 PS XT Rp. 230,850,000

Dyna NEW DYNA 130 PS HT STD GEAR Pwr Str Rp. 240,350,000

Dyna NEW DYNA 130 PS XT Pwr Str Rp. 236,850,000

Dyna NEW DYNA 110 PS ET Pwr Str Rp. 221,500,000

Dyna NEW DYNA 110 PS ST Pwr Str Rp. 194,150,000

Dyna NEW DYNA 110 PS FT Pwr Str Rp. 216,150,000

Dyna NEW DYNA 130 PS HT STD GEAR Rp. 234,350,000

Dyna NEW DYNA 130 PS HT HIGH GEAR Pwr Str Rp. 240,850,000

Dyna NEW DYNA 130 PS HT HIGH GEAR Rp. 234,850,000

Fortuner 2.5 G M/T 4x2 Minor Change Rp. 370,700,000

Fortuner 2.5 G A/T 4x2 Minor Change Rp. 380,700,000

Fortuner 2.7 G Lux A/T 4x2 Minor Change Rp. 429,300,000

Fortuner 2.7 V A/T 4x4 Minor Change Rp. 479,300,000

Hilux 2.0 Cab & Chassis M/T Rp. 137,500,0007

Hilux 2.0 S-Cab M/T Rp. 147,500,000

Hilux 3.0 DCab 4x4 E M/T Rp. 309,000,000

Hilux 3.0 DCab 4x4 G M/T Rp. 328,200,000

Kijang Innova J M/T Gasoline Rp. 184,900,000

Kijang Innova E M/T Gasoline Rp. 214,000,000

Kijang Innova G M/T Gasoline Rp. 232,800,000

Kijang Innova G A/T Gasoline Rp. 246,300,000

Kijang Innova Luxury G M/T Gasoline Rp. 241,100,000

Kijang Innova Luxury G A/T Gasoline Rp. 254,600,000

Kijang Innova V M/T Gasoline Rp. 265,600,000

Kijang Innova V A/T Gasoline Rp. 279,100,000

Kijang Innova Luxury V M/T Gasoline Rp. 276,500,000

Kijang Innova Luxury V A/T Gasoline Rp. 290,000,000

Kijang Innova E M/T Diesel Rp. 229,500,000

Kijang Innova G M/T Diesel Rp. 247,800,000

Kijang Innova V M/T Diesel Rp. 280,600,000

Kijang Innova G A/T Diesel Rp. 261,800,000

Kijang Innova V A/T Diesel Rp. 294,100,000

Kijang Innova E A/T Gasoline Rp. 227,000,000

Prius Gen-3 Rp. 599,000,000

Rush 1.5 G M/T Rp. 195,200,000

Rush 1.5 S M/T Rp. 204,300,000

Rush 1.5 S A/T Rp. 218,300,000

Rush 1.5 G A/T Rp. 205,200,000

Vios 1.5 TRD A/T Rp. 258,400,000

Vios 1.5 G A/T Mi Rp. 238,200,000

Vios 1.5 G M/T Mi Rp. 225,400,000

Vios 1.5 E M/T Mi Rp. 212,400,000

Yaris 1.5 J A/T Rp. 191,050,000

Yaris 1.5 J M/T Rp. 184,850,000

Yaris 1.5 E M/T Rp. 191,450,000

Yaris 1.5 E A/T Rp. 201,650,000

Yaris 1.5 S M/T Rp. 201,650,000

Yaris 1.5 S A/T Limited Rp. 217,950,000

Yaris TRD Sportivo Ver.2 Rp. 243,950,000